Langsung ke konten utama

Pengenalan Pola



       Suatu pola : suatu komposisi yang komplex dari stimulus sensori yang dikenali ob-server (manusia) sebagai satu anggota dari sekelompok obyek. Mis : Bila saya melihat wajah dari teman, mendengar musik, dan merasakan sepiring bakmi, maka saya dapat mengenali tiap perpsepsi tersebut. Sebagai sesuatu yang pernah saya alami sebelumnya.
Pertanyaannya : bagaimana bentuk mekanisme kognitif dalam mengenali pola-pola yang komplek tersebut. ?. Melihat hidung, mata, bibir, pipi, dagu, telinga, rambut dan kemu-dian merangkaikan atau Melihat keseluruhan wajah dulu, baru mengenali hidung, mata, bibir, dagu dan seterusnya. Kemampuan mengenal pola-pola dari informasi sensori yang telah dikenal adalah sifat yang mengesankan dari manusia dan binatang. Sifat ini mem-buat kita dapat mengenali teman lama kita antara orang banyak, membaca huruf-huruf, mengenal seluruh lagu dari beberapa nada dan sebagainya.
Ada dua macam pengenalan pola  : (1) Data Driven, yaitu persepsi dari signal-signal sen-sori yang sederhana dan (2) Conceptually Driven, yaitu persepsi dari pola-pola yang kompleks.
Psikologi Gestalt menjelaskan teori pola dengan prinsip utama yang mengatakan bahwa keseluruhan lebih penting dari pada bagian. Prinsip-prinsip lainnya adalah proximity, similarity, continuity, dan closure.
Perspektif kanonik adalah penggambaran yang lebih baik dalam menggambarkan suatu obyek yang dimiliki (dtangkap) individu.
Bottom-up terjadi apabila proses pengenalan pola dimulai dari bagian-bagian menuju pa-da pengenalan keseluruhan. Top-down, terjadi bila proses pengenalan pola dari kese-luruhan menuju bagian-bagian.
Ide dasar dari “Template Matching” adalah membandingkan obyek yang dilihat dengan model/contoh yang sudah ada di otak.
Teori “Feature Analysis” muncul karena adanya kelemahan pada Template Matching. Prinsip Feature Analysis : suatu stimulus adalah  kombinasi dari elemen-elemen penting.
Alternatif lain dalam pengenalan pola adalah “Pencocokan Prototipe”. Suatu prototipe adalah semacam abstraksi dari pola yang disimpan dalam long term memory dan me-rupakan penggambaran terbaik dari suatu pola.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sasaran Cinta

Setiap pasangan suatu saat pasti akan menghadapi suatu masalah karena hal tersebut pasti sudah biasa, namun apabila pada pasangan tersebut mampu menghadapi itu semua baru itu luar biasa. "Sasaran cinta bukanlah mendapat sesuatu yang yang Anda inginkan tetapi melakukan sesuatu untuk kesejahterahaan orang yang Anda cintai". Kata tersebut saya kutip dalam cerita ini dari buku yang berjudul Lima Bahasa Kasih. Satu tahun yang lalu saya merasakan apa yang dimaksud dengan "Sasaran Cinta" dalam buku tersebut. Saya merasa mendapatkan suatu dukungan dari pacar saya ketika mempunyai hasrat untuk melakukan hal tertentu. Seperti halnya mengikuti suatu komunitas, membuat template, menjadi penulis. Semua itu terasa termotivasi dan jika diibaratkan dalam revisi skripsi dia mudah sekali memberikan acc-nya kepada tulisan saya. Memberi kata-kata pujian hanyalah satu cara untuk mengungkapkan kata-kata mendukung kepada pasangan. Kita semua memiliki bagian-bagian di mana kita ...

Perbedaan Angket dan Skala

Meskipun dalam penggunaan sehari-hari banyak praktisi pengukuran maupun peneliti yang menyamakan saja istilah Angket dengan istilah Skala namun perlu dijelaskan bahwa sebagai sesama alat pengumpulan data keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Perbedaan tersebut antara lain :       Angket Data yang diungkap oleh angket berupa data faktual atau yang dianggap fakta dan kebenaran yang diketahui oleh subjek. Contoh, data mengenai Riwayat Pendidikan, Jumlah Anggota Keluarga, Pilihan Metode KB, Penghasilan Rata-rata Perbulan, Jenis Film yang disukai, opini atau pendapat mengenai suatu isyu, dan semacamnya merupakan data yang diungkap angket. Pertanyaan dalam angket berupa pertanyaan langsung terarah pada informasi mengenai data yang hendak diungkap. Data termasuk berupa fakta atau opini yang menyangkut diri responden. Responden terhadap angket tahu persis mengenai apa yang ditanyakan dalam angket dan informasi apa yang dicari oleh pertanyaan yang ber...

Pentingnya konsep diri yang kita buat

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang mahasiswa menggangap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari kuliah dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik. Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nubuat yang dipenuhi sendiri. Bila anda berfikir Anda orang bodoh, Anda akan benar-benar menjadi orang bodoh. Bila Anda merasa merasa memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang Anda hadapi pada akhirnya dapat anda atasi. Anda berusaha hidup sesuai dengan dengan label yang Anda lekatkan pada diri Anda. Hubungan konsep diri dengan perilaku, mungkin dapat disimpulkan, dengan ucapan para pengajur berpikir positif: You don`t think what you are, you are what you think.